Tags

, , ,

Ketiga aspirer Nescafe Journey.

Ketiga aspirer Nescafe Journey

“..yang terpilih untuk journey bareng Riyanni Djangkaru adalah Josefine Yaputri dan Karania Metta. Selamat ya!!”

*glek

Satu kalimat yang (ditunggu-tunggu) langsung mengusir seluruh perasaan takut juga sakit kepala ini, akhirnya di tweet juga sama adminnya! antara perasaan seneng sama kaget, hari itu tanggal 7 Januari 2013, merupakan awal dari sebuah perjalanan baru dalam hidup saya.

Cerita sampai ke pengumuman ini cukup panjang dan penuh perjuangan, flash-back ke beberapa bulan lalu yukkk, shall we? :)

Tahun lalu, melalui Twitter, saya dipertemukan dengan Nescafe Journey pertama. Sebuah kompetisi yang diadakan oleh Nescafe dengan misi mereka untuk membuka mata anak-anak muda (seperti saya) tentang banyak hal melalui sebuah perjalanan.

Bonus perjalanan ini adalah setiap pemenang akan melakukan perjalanannya dengan salah satu dari 3 aspirer; Nicholas Saputra yang independent (aktor yang mulai dikenal lewat film AADC), Riyanni Djangkaru yang explorer (seorang presenter, dikenal sejak Jejak Petualang), dan Imam Darto yang city slicker (seorang penyiar radio). Kapan lagi gitu kan, melakukan sebuah perjalanan bersama seorang public figure? :D

Saya yang suka jalan ini, otomatis langsung coba-coba ikut, toh gratis gak pakai uang daftar atau apapun.. modalnya hanya bercerita lewat tulisan, tanpa sistem hitung likes atau dukungan loh! hebat kan? <– ini salah satu alasan saya ikut.. (kompetisi berdasarkan hitung likes gak make sense sih menurut saya, gak adil aja gitu kalau akhirnya pemenangnya terpilih bukan berdasarkan apa yang dikompetisikan, mustinya dijadiin kompetisi banyak-banyakan teman/ fans aja kalo gitu, kan? imho lohh :))

Waktu itu, saya memilih Nicholas sebagai aspirer.. tapi ternyata, masuk semifinalis pun tidak. hihi bukan hokinya kali yah? atau memang bukan ‘waktunya’? Mungkin memang, semua hal memerlukan kondisi-kondisi yang selaras untuk menjadi ‘sesuatu’, dan saat itu, ada kondisi yang belum selaras dengan apa yang saya inginkan. Sedih sih, tapi untungnya bisa move on.. haha :D

Okayyy, fast-forward ke beberapa bulan setelahnya yuk!

Ada Nescafe Journey 2! omg! gak nyangka ternyata ada lagi.. Jumat malam itu, setelah baca kalau besoknya akan ada walk-in interview di Social Media Festival di Senayan! Tanpa ba-bi-bu, saya langsung memutuskan.. untuk datang, walau harus menyetir dari utara menuju selatan.. sendirian. *okeh ini lebay, pdhal perjalanannya juga gak sampe satu jam* X))

Saya semakin semangat, karena ternyata, kali ini Nescafe Journey mempunyai misi yang dibawa masing-masing aspirer, jadi kali ini peserta harus memberikan ide dan memikirkan cara untuk membantu para aspirer menjalankan misinya; Nicholas Saputra dengan misi youth culture-nya akan mendokumentasikan kultur anak muda jaman sekarang, Riyanni Djangkaru yang cinta laut dengan save the ocean-nya akan #savesharks, dan Imam Darto dengan misi meeting new people nya! Sounds exciting, eh? :D

Ketiganya kelihatannya asik dan seru, ya gak? ya gak? Tapi sayangnya, kita cuma boleh pilih satu.. dan lagi-lagi saya tetep kepengin pilih Nicholas! #sikap – apalagi, saya yang memang anak multimedia dan suka video ini merasa kalau nanti beruntung terpilih, pasti bisa belajar lebih banyak.. bakalan terjun langsung bikin sebuah dokumenter sama orang-orang yang udah punya segudang pengalaman gitu! (itu yang langsung muncul dipikiran saya setelah baca brief tentang misi youth culture)

Tapiiii.. nah loh, saat baca tulisannya Riyanni tentang alasan mengapa misinya itu #savesharks.. *krik* *hening sejenak* *pikiran saya pun mulai berceloteh dan bertanya-tanya sendiri..

(serius yah?)

(kok bisa sampe begitu?)

(masa sih ini begini?)

(kesian banget . .)

(. . .)

Setelah kaget dan gak nyangka ternyata isu tentang hiu sampe sebegitunya (ekosistem – shark finningmercury), saya jadi dilema berat saat akhirnya dihadapkan kembali untuk milih antara Nicholas & Riyanni sebagai aspirer.. video? laut? video? laut? aaakhhh! *drama abis* (sok-sok dilema milih, padahal kepilih aja belum tentu.. hihi).. tapi akhirnya pilihan saya jatuh ke Riyanni Djangkaru with her #savesharks campaign! yay :)

Riyanni Djangkaru dengan misi save the ocean-nya

Riyanni Djangkaru dengan misi Save the Ocean-nya

Kenapa? karna saat itu, memang sudah beberapa tahun belakangan saya sudah mulai concern sama isu lingkungan dan alam (global warming, orang utan, gajah, topeng monyet, you name it!), rasanya ingin give back ke alam dengan melakukan sesuatu gitu, karena buat saya, alam udah sangat baik sama kita semua.. gak bisa bayangin kalau nanti semuanya hancur dan punah satu-persatu karena kita, manusia. Jadi, mungkin ini adalah saatnya untuk memulai sebuah langkah.. yang mungkin masih tergolong kecil. Yah, menang gak menang, kan at least udah termotivasi untuk ikut menyebarkan info, nothing to lose juga, kan? :D

*uhuk* malam itu, saya langsung bersemangat riset sambil brainstorming bahkan bikin mindmap simpel di notes sebagai persiapan walk-in interview keesokannya loh! Tentang hiu, tempat-tempat habitat hiu di Indonesia, mikirin cara sebar info, dan lainnya.. Eh, saking excited, kali yahh.. atau saking groginya mikirin pas interview mungkin.. malah jadi gak bisa tidur dongg! huks.. ngeselin yah kalo kayak begitu :’D

ps. tau kok, ini postingnya udah telat banget walau sebenernya draftnya udh ditulis dari 2 bulanan lalu hehe – well, better late than never. X))

cheers!

– kar

Advertisements