Tags

, , , , , , , ,

Om Saka!

Bersama Om Saka!

Ditemani Om Saka, seorang dive master lokal yang sudah sangat mengenal seluk beluk alam bawah laut Raja Ampat hingga orang-orangnya, berikut journey’s highlights #savesharks team selama disana..

1. Inisiasi Pinang!

Pinang yang kita coba!

Pinang yang kita coba!

Hari pertama di pelabuhan Sorong mau ke Waisai, saya dan Sefin mendapat inisiasi pinang (areca nut) pertama kami oleh Teh Riyanni! Rasanya kalo kata Sefin, “indescribable!” Yah begitulah, seperti banyak rasa yang tercampur. Apalagi semakin dikunyah semakin merah mulut kita dan rasa-rasanya waktu itu air liur juga produksinya cukup bertambah banyak deh.. hihi.. lucu sihh, pengalaman unik yang patut dicoba kalau di sana — sekadar info, rasanya mengunyah pinang sudah menjadi bagian dari para penduduk lokal, karena semua orang terlihat selalu sedang mengunyahnya! :D

Jadi kalau lagi disana dan liat ada yang jual, you should definitely try it yourself and feel the ‘sensation’! well, at least once in your life.. X))

—–

2. Bertemu Bapak Bupati Raja Ampat

Pada hari kedua di Waisai, kami bertemu langsung dengan Bapak Marcus Wanma – bupati Raja Ampat. Selain, berbincang banyak tentang regulasi pelarangan penangkapan hiu dan pari manta, kami bahkan di perlihatkan langsung loh buku peraturan daerah yang berisi lengkap mulai dari pasal, sanksi-sanksi, jenis-jenis spesies hiu – pari manta – ikan hias endemik Raja Ampat, hingga ketentuan-ketentuannya yang sudah disepakati.

Perda hiu!

Perda hiu!

“Dari laut kita hidup, Jadi laut harus kita jaga.” Marcus Wanma, Bupati Raja Ampat

Tuh, selain untuk Raja Ampat, sebenarnya kutipan itu berlaku untuk semua orang, kan? gak terkecuali. Semua orang memang harus jaga laut, karena itu merupakan sumber kehidupan. Makanya gak cuma orang lokal, tapi kita, sebagai turis bahkan konsumen juga harus mulai aware dan peduli tentang hal ini. Penting!

3. Dancing with Manta Rays!

Manta Ray!

Manta Ray!

Salah satu yang gak mungkin bisa dilupain adalah moment dalam perjalanan kami dari desa wisata Arborek ke Papua Diving, yaitu pari manta! Kita melihat pari manta yang lagi berenang ke permukaan laut!! gak cuma satu.. atau dua.. banyak dehhh! gak sampai ratusan sih tapi..

Tanpa pikir panjang, kita langsung berhenti dan snorkling disekitarnya.. iyaaaa di sekitar para pari manta yang sedang berenang menari-nari dengan sangat indah. It was an UHH-MAZ-ING experience for me! Cantik banget, apalagi yang diikutin ikan-ikan kecil. Breathtaking! :D

Pari manta di belakang saya.. :"D

Pari manta di belakang saya.. :”D

Quick facts:

1. Manta ray (pari manta) beda loh sama stingray (ikan pari yang punya racun di buntutnya), mereka itu adalah salah satu jenis pari terbesar di lautan yang makanannya plankton kayak whale shark (hiu paus).

2. Sedihnya, dengan siklus reproduksi yang lambat seperti hiu, penurunan populasi pari manta secara drastis juga karena satu alasan yang sama dengan hiu, yaitu manusia! Rawr! Padahal, serius deh, sudah terbukti loh kalau pari manta dan hiu itu jauhhh lebih berharga ketika masih hidup di lautan daripada dijual atau dikonsumsi.

4. Max Ammer

(Left to right) Tarsius & Max Ammer

(Left to right) Tarsius & Max Ammer

Max Ammer adalah seorang investor juga pelopor dari operator menyelam di Raja Ampat. Sebagai investor, Max sangat memperhatikan kehidupan warga lokal loh, buktinya semua dive guide dan dive master di Papua Diving itu warga lokal Papua! Hebat, kan?

Selain itu, kepedulian Max dengan lautan juga terlihat lewat berbagai project yang sedang berjalan, salah satunya adalah Kayaking for Conservation, sebuah community-based tourism project dimana mereka membuat kayak eco-friendly yang made 100% in Papua! Keuntungannya juga berdampak positive bagi warga lokal loh.

Pemandangan dari jendela Papua Diving.

Pemandangan dari jendela Papua Diving.

Semua project yang sedang berjalan ini, selain secara tidak langsung memberikan pendapatan alternative bagi warga lokal disana, sedikit banyak juga membuat warga lokal lebih mengerti dan peduli dengan laut, bahkan sadar bahwa menjaga laut sangatlah penting bagi mereka.

Max bilang, banyak diantaranya dulu adalah illegal logger, ‘teroris lingkungan’ atau bisa dibilang nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan, ada yang terpaksa memburu hiu untuk siripnya agar mendapat pendapatan lebih, bahkan ada seorang penjual penyu yang sekarang telah menjadi top dive guide di Raja Ampat juga advokat lingkungan! Hebat banget yahhh..

Lanjut ke JOURNEY’S HIGHLIGHTS PART 2!

 

Cheers!

– Kar

Advertisements