Tags

, , , , , , , ,

pagi yang cerah di Garut.

pagi yang cerah di Garut.

Akhirnya, setelah menunggu satu teman yang (ternyata) tersesat dalam perjalanan ke terminal bus Kp. Rambutan, kami berempat masih beruntung karena mendapat bus terakhir menuju Garut sekitar tengah malam.

Dalam perjalanan selama 4 jam menuju garut di dalam bus yang penuh bagai ikan kalengan yang berjejer memenuhi setiap sudutnya (maklum bus terakhir), hanya satu hal yang ada di pikiran, yaitu harus tidur agar ada tenaga saat mendaki. huff.. Alhasil, setelah kenalan dengan orang sebelah dan jadi ikutan ngobrol, karena tidak tahan kantuk tapi suasana tidak mendukung untuk tidur, saya berakhir hanya tidur-tidur ayam saja.. :D

Sesampainya di terminal Garut sekitar pukul 4.20 dini hari, kami berkenalan & bergabung dengan sebuah rombongan 4 orang yang juga bertujuan pergi ke tujuan yang sama, gunung Papandayan.

IMG_7478

pos pendaftaran.

pos pendaftaran.

IMG_7510

jalur bebatuan daerah kawah belerang.

IMG_7557

bersama para pendaki lainnya.

Setelah sampai di pos untuk mendaftarkan tim, kami berdelapan mulai mendaki. Karena ini adalah kali kedua saya naik gunung, saya terkesima dengan perbedaan yang ada.. jalur berbatu dekat kawah belerang yang mengawali perjalanan kami hingga jalur-jalur landai yang sangat cocok untuk jalan santai tanpa menguras tenaga. Setelah 2 jam mendaki, dengan disuguhi beberapa pemandangan hijau yang sangat cantik di sepanjang perjalanan, akhirnya kami tiba di Pondok Salada! :)

cantik, kan? :) sayang ada beberapa bagian bekas longsor.

cantik, kan? :) sayang ada beberapa bagian bekas longsor.

pondok salada!

pondok salada!

Sayang, cuaca hari itu tidak memungkinkan kami untuk pergi ke puncak, begitupun cuaca di hari kedua yang mendung dan gerimis. Nampaknya, saya memang belum begitu berjodoh dengan puncak gunung, selalu saja ada alasan-alasan yang akhirnya membuat saya harus turun gunung tanpa menyentuh puncak. Huff. Memang kondisinya belum selaras saja, mungkin ya? :”)

(masih) di pondok salada.

(masih) di pondok salada.

masak-masak ala gunung.

masak-masak ala gunung.

IMG_7797

hutan mati.

Dalam perjalanan pulang, kami mengambil jalur melewati hutan mati dan kawah belerang. Hujan yang semakin deras cukup membuat perjalanan pulang semakin menantang karena membatasi jarak pandang juga membuat jalur kerikil bebatuan menjadi licin dan mudah longsor, saya pun sempat tergelincir beberapa kali. Seru sih, asal tetap konsentrasi dan hati-hati. hihi

Sesampainya di pos, kami langsung membeli teh manis hangat, mencari tempat di belakang warung untuk menghindari angin kencang dan berusaha sebisa kami agar tetap menggerakan tubuh karena kedinginan. Untung, si ibu pemilik warung berbaik hati mengizinkan kami untuk mengganti baju basah kami di ruangan belakang warungnya dekat tungku api. Hangat.

Perjalanan kali ini, ditutup dengan langit senja berwarna jingga. Terima kasih Papandayan, terima kasih Garut! :*

Notes

1. Bus Jakarta – Garut dari terminal Kp. Rambutan IDR 35,000

2. Kol dari terminal Garut – Cisurupan bisa di nego sekitar IDR 40,000 – 50,000 per mobil/ 8 orang seharusnya.

3. Kendaraan dari Cisurupan – pos pendaftaran berkisar IDR 10,000 / 10 orang – atau mungkin mau jalan ramai-ramai? bisa juga kok, ada beberapa yang jalan juga soalnya.. perjalanan sekitar 12km.

cheers!

– kar

Advertisements